PENATALAKSANAAN PENYAKIT JANTUNG KONGESIF

Tujuan pengobatan adalah :

·          Dukung istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung

·          Meningkatkan kekuatan dan efisiensi kontraktilitas miokardium dengan preparat farmakologi.

·          Membuang penumpukan air tubuh yang berlebihan dengan cara memberikan terapi antidiuretik, diit dan istirahat

Terapi Farmakologis :

–        Glikosida jantung

Digitalis, meningkatkan kekuatan kontraksi otot jantung dan memperlambat frekuensi jantung.

Efek yang dihasillkan : peningkatan curah jantung, penurunan tekanan vena dan volume darah dan peningkatan diurisi dan mengurangi oedema.

–        Terapi diuretic, diberikan untuk memacu ekskresi natrium dan air melalui ginjal. Penggunaan harus hati-hati karena efek samping hiponatremia dan hipokalemia.

–        Terapi vasodilator, obat-obat fasoaktif digunakan untuk mengurangi impadasi tekanan terhadap penyemburan darah oleh ventrikel. Obat ini memperbaiki pengosongan ventrikel dan peningkatan kapasitas vena sehingga tekanan pengisian ventrikel kiri dapat diturunkan.
Dukungan diit : pembatasan natrium untuk mencegah, mengontrol atau menghilangkan oedema.

 H.    PROSES KEPERAWATAN

1. Pengkajian

Pengkajian Primer

·    Airway :

Batuk dengan atau tanpa sputum, penggunaan bantuan otot pernafasan, oksigen, dll

·    Breathing :

Dispnea saat aktifitas, tidur sambil duduk atau dengan beberapa bantal

·     Circulation :

Riwayat HT IM akut, GJK sebelumnya, penyakit katub jantung, anemia, syok dll. Tekanan darah, nadi, frekuensi jantung, irama jantung, nadi apical, bunyi jantung S3, gallop, nadi perifer berkurang, perubahan dalam denyutan nadi juguralis, warna kulit, kebiruan punggung, kuku pucat atau sianosis, hepar ada pembesaran, bunyi nafas krakles atau ronchi, oedema

Pengkajian Sekunder

·          Aktifitas/istirahat
Keletihan, insomnia, nyeri dada dengan aktifitas, gelisah, dispnea saat istirahat atau aktifitas, perubahan status mental, tanda vital berubah saat beraktifitas.

·          Integritas ego : Ansietas, stress, marah, takut dan mudah tersinggung

·          Eliminasi
Gejala penurunan berkemih, urin berwarna pekat, berkemih pada malam hari, diare / konstipasi

·          Makanana/cairan
Kehilangan nafsu makan, mual, muntah, penambahan BB signifikan. Pembengkakan ekstremitas bawah, diit tinggi garam penggunaan diuretic distensi abdomen, oedema umum, dll

·          Hygiene : Keletihan selama aktifitas perawatan diri, penampilan kurang.

·          Neurosensori
Kelemahan, pusing, lethargi, perubahan perilaku dan mudah tersinggung.

·          Nyeri/kenyamanan
Nyeri dada akut- kronik, nyeri abdomen, sakit pada otot, gelisah

·          Interaksi social : penurunan aktifitas yang biasa dilakukan.

 I.       DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL

  • Penurunan kardiak output
  • Intoleransi aktifitas b.d. ketidakseimbangan suplai dan kebutuhan O2
  • Pola nafas tidak efektif

  J.      Rencana Keperawatan

No

Diagnosa

Tujuan

Intervensi

1 Penurunan kardiak output NOC:Setelah dilakukan intervensi keperawatan pada klien selama 5×24 jamCirculation status-tekanan sistolik dbn

– tekaanann diastolic dbn

-ttv dbn

– tidak terjadi angina

– balance cairan 24 jam

– tidak ada asites

– tidak ada edema perifer

NIC :Cardiac Carev  Evaluasi adanya nyeri dada ( intensitas,lokasi, durasi)v  Catat adanya disritmia jantung

v  Catat adanya tanda dan gejala penurunan cardiac putput

v  Monitor status kardiovaskuler

v  Monitor status pernafasan yang menandakan gagal jantung

v  Monitor abdomen sebagai indicator penurunan perfusi

v  Monitor balance cairan

v  Monitor adanya perubahan tekanan darah

v  Monitor respon pasien terhadap efek pengobatan antiaritmia

v  Atur periode latihan dan istirahat untuk menghindari kelelahan

v  Monitor toleransi aktivitas pasien

v  Monitor adanya dyspneu, fatigue, tekipneu dan ortopneu

v  Anjurkan untuk menurunkan stress

 

Fluid Management

  • Timbang popok/pembalut jika diperlukan
  • Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
  • Pasang urin kateter jika diperlukan
  • Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
  • Monitor hasil lAb yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin  )
  • Monitor vital sign sesuai indikasi penyakit
  • Monitor indikasi retensi / kelebihan cairan (cracles, CVP , edema, distensi vena leher, asites)
  • Monitor berat pasien sebelum dan setelah dialisis
  • Kaji lokasi dan luas edema
  • Monitor masukan makanan / cairan dan hitung intake kalori harian
  • Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi cairan sesuai  program
  • Monitor status nutrisi
  • Berikan cairan
  • Kolaborasi pemberian diuretik sesuai program
  • Dorong masukan oral
  • Berikan penggantian nesogatrik sesuai output
  • Dorong keluarga untuk membantu pasien makan
  • Batasi masukan cairan pada keadaan hiponatrermi dilusi dengan serum Na < 130 mEq/l
  • Monitor respon pasien terhadap terapi elektrolit
  • Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk
  • Atur kemungkinan tranfusi

 

Vital Sign Monitoring

  • Monitor TD, nadi, suhu, dan RR
  • Catat adanya fluktuasi tekanan darah
  • Monitor kualitas dari nadi
  • Monitor adanya pulsus paradoksus
  • Monitor adanya pulsus alterans
  • Monitor jumlah dan irama jantung
  • Monitor bunyi jantung
  • Monitor frekuensi dan irama pernapasan
  • Monitor suara paru
  • Monitor pola pernapasan abnormal
  • Monitor suhu, warna, dan kelembaban kulit
  • Monitor sianosis perifer
  • Monitor adanya cushing triad (tekanan nadi yang melebar, bradikardi, peningkatan sistolik)
  • Identifikasi penyebab dari perubahan vital sign

 

2 Intoleransi aktivitas b/d ketidakseimbangan suplai & kebutuhan O2 Klien dapat menoleransi aktivitasKriteria Hasil:

  • Berpartisipasi dalam aktivitas fisik dgn TD, HR, RR yang sesuai
  • Warna kulit normal,hangat&kering
  • Memverbalisasikan pentingnya aktivitas secara bertahap
  • Mengekspresikan pengertian pentingnya keseimbangan latihan & istirahat
  • ↑toleransi aktivitas

 

Activity therapy1. Menentukan penyebab intoleransi aktivitas&menentukan apakah penyebab dari fisik, psikis/motivasi2. Kaji kesesuaian aktivitas&istirahat klien sehari-hari3. ↑ aktivitas secara bertahap, biarkan klien berpartisipasi dapat perubahan posisi, berpindah&perawatan diri

4. Pastikan klien mengubah posisi secara bertahap. Monitor gejala intoleransi aktivitas

5. Ketika membantu klien berdiri, observasi gejala intoleransi spt mual, pucat, pusing, gangguan kesadaran&tanda vital

6. Lakukan latihan ROM jika klien tidak dapat menoleransi aktivitas

3 Pola nafas tidak efektif b/d kelemahan NOC:Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5x 24 jam, pola nafas pasien menjadi efektif.Criteria hasil:

  • menunjukkan pola nafas yang efektif tanpa adanya sesak nafas
Respiratory monitoring:-     monitor rata-rata irama, kedalaman dan usaha untuk bernafas.-     Catat gerakan dada, lihat kesimetrisan, penggunaan otot Bantu dan retraksi dinding dada.-     Monitor suara nafas

Oksigen terapi

v  Pertahankan jalan nafas yang paten

v  Atur peralatan oksigenasi

v  Monitor aliran oksigen

v  Pertahankan posisi pasien

v  Onservasi adanya tanda tanda hipoventilasi

v  Monitor adanya kecemasan pasien terhadap oksigenasi

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddart. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8. Vol 2. Jakarta: EGC.

Carpenito, L. J. 2001. Rencana Asuhan dan Dokumentasi Keperawatan, Diagnosa Keperawatan dan Masalah Keperawatan. Jakarta:  EGC. Diane, Boughman. 2000.

Johnson, M. Maas, M and Moorhead, S. 2007. Nursing Outcomes Classifications (NOC). Second Edition. IOWA Outcomes Project. Mosby-Year Book, Inc. St.Louis, Missouri.

North American Nursing Diagnosis Association. 2012.  Nursing Diagnosis :Definition and Classification 2012-2014. NANDA International. Philadelphia.

Noer,S et al. 2001. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

McCloskey, J.C and Bulechek, G.M. 2007. Nursing Intervention Classifications (NIC). Second Edition. IOWA Interventions Project. Mosby-Year Book, Inc. St.Louis, Missouri.

Penulis : Lisa Permitasari, S.Kep

Advertisements