Jangan meminum obat Antibiotik pada saat Hamil tanpa Petunjuk Dokter

Kehamilan merupakan sesuatu yang membahagiakan bagi pasangan suami istri. Tetapi ketika wanita hamil maka harus menghindari beberapa jenis obat misalnya antibiotic karena dapat mempengaruhi janin. Kalau terpaksa harus meminum obat maka harus berkonsultasi dengan Dokter.

Beberapa contoh antibiotik :

Contoh antibiotik Floroquinolon dan siprofloksasin dapat menyebabkan cacat pada bayi dan gangguan pertumbuhan tulang pada anak. Beberapa antibiotik yang tidak boleh diminum oleh wanita hamil antara lain beberapa golongan:

Aminoglikosida (turunan garam sulfate):

  1. Amikacin sulfate
  2. Kanamycin sulfate
  3. Tobramycin sulfate
  4. Dibekacin sulfate
  5. Gentamycin sulfate
  6. Netilmicin sulfate.

Chloramfenicol:

  1. Chloramfenicol
  2. Thiamfenicol.

Makrolid

  1. Erythromycin azithromycin
  2. Clarithomycin,
  3. Roxirhromycin
  4. Spiramycin

Kuinolon

  1. Ciprofloxacin dan turunan garam hcl.
  2. Norfloxacin
  3. Ofloxacin,
  4. Sparfloxacin.

Sefalosporin, seperti :

  1. Cefuroxime acetyl, ,
  2. Cefotaxime na,
  3. Cefoperazone na,
  4. Cefotiam dihcl ceftriaxone na,
  5. Cefazolin na, cefaclor dan turunan garam monohydrate-nya,
  6. Cephadrine,
  7. Ceftizoxime na.

 Penicillin:

  1. Amoxicillin,
  2. Turunan tridydrate dan turunan garam Na

Tetracyclin, seperti :

  1. Tetracyclin doxycycline,
  2. Turunan HCL

 

Sumber:   http://caracepathamil.masbied.com/antibiotik-yang-tidak-boleh-dikonsumsi-ibu-hamil/

Advertisements