RENCANA KEPERAWATAN PADA BAYI

RENCANA KEPERAWATAN PADA BAYI

No

Diagnosa NANDA

Tujuan (NOC)

Intervensi (NIC)

1.

Neonatal jaundice b/d usia 1-7 hari Newborn adaptationSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan bayi dapat menunjukkan proses adaptasi dg KH:-          Level bilirubin menurun

–          Warna kulit kekuningan memudar

Phototherapy : neonate

  1. Cek riwayat maternal dan infant sebagai factor risiko hiperbilirubinemia
  2. Observasi tanda jaundice
  3. Laporkan nilai lab tespadadokter
  4. letakkan infant di tempat isolasi
  5. sediakan penutup mata, hindari penekanan berlebihan
  6. monitor edema, drainage dan warna mata
  7. letakkan lampu fototerapi diatas infant pada ketinggian yang cukup
  8. ganti posisi sesuai protokol
  9. monitor serum bilirubin observasi tanda dehidrasi

2.

Keidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Ketidakmampuan mencerna makanan Status nutrisiSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan nutrisi terpenuhi, dengan indicator :-          Tube feeding intake adequat

–          Parenteral nutrition intake adequat

–          Berat badan meningkat

Terapi nutrisi

  1. Monitor kebutuhan makanan dan minuman
  2. Kolaborasi dengan dietician mengenai jumlah kalori dan jenis diet
  3. Kaji kebutuhan akan NGT/OGT
  4. Pasang NGT/OGT
  5. Monitor nilai laboratorium
  6. Dukung pasien untuk tetap makan melalui oral
  7. Timbang berat badan setiap hari

3.

Ketidakefektifan pemberian ASI b/d bayi prematur, reflek hisap buruk

Pengetahuan: menyusui

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan:

–      klien mengungkapkan puas dengan kebutuhan untuk menyusui

–      klien mampu mendemonstrasikan perawatan payudara

Konseling laktasi

  1. Berikan informasi mengenai :

–          Fisiologi menyusui

–          Keuntungan menyusui

–          Perawatan payudara

–          Kebutuhan diit khusus

–          Faktor-faktor yang menghambat proses menyusui

  1. Demonstrasikan breast care dan pantau kemampuan klien untuk melakukan secara teratur
  2. Ajarkan cara mengeluarkan ASI dengan benar, cara menyimpan, cara transportasi sehingga bisa diterima oleh bayi
  3. Berikan dukungan dan semangat pada ibu untuk melaksanakan pemberian Asi eksklusif
  4. Berikan penjelasan tentang tanda dan gejala bendungan payudara, infeksi payudara
  5. Anjurkan keluarga untuk memfasilitasi dan mendukung klien dalam pemberian ASI

4.

Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh b/d Usia ekstrem dan berat badan ekstrem Thermoregulasi neonatusSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan-     Suhu tubuh 36,5-37,5 oC

–     Tidak ada perubahan warna kulit

–     Hidrasi adekuat

Regulasi temperatur

  1. Monitor temperature bayi baru lahir sampai stabil
  2. Monitor temperature tiap 2 jam
  3. Monitor warna kulit
  4. Monitor tanda dan gejala hipotermia/hipertermi
  5. Gunakan selimut penghangat
  6. Atur suhu ruangan sesuai kebutuhan bayi

5.

Resiko infeksi b/d Pertahanan tubuh sekunder menurun, prosedur invasif Risk kontrolSetelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan:-    Tidak ada tanda infeksi

–    AL dbn

–    HB normal

–    TTV dalam batas normal

Infection protection

  1. Batasi jumlah pengunjung
  2. Kolaborasi pemberian antibiotik
  3. Lakukan dressing /penggantian iv sesuai aturan
  4. Pertahankan teknik aseptik
  5. Cuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien
  6. Monitor hasil lab
  7. Monitor tanda vital

6

Risiko Apirasi b/d terpasang OGT

Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3x24jam diharapkan klien dapat mencapai kontrol aspirasi dg KH:

–      Tidak ada tersedak

–      Tidak ada muntah

Aspiration precaution

  1. Monitor tingkat kesadaran, reflek batuk, dan kemampuan menelan
  2. Monitor status paru
  3. Pelihara jalan napas
  4. Lakukan suction jika diperlukan
  5. Cek nasogastrik sebelumm akan
  6. Hindari makan kalau residu terlalu banyak
  7. Naikkan kepala 30-45o setelah makan

 DAFTAR PUSTAKA

 Dochterman, J.M., Bulecheck, G.N. 2004. Nursing Interventions Classification (NIC) 4th Edition. Missouri: Mosby.

Etika, R., Harianto, A.,  Indarso F., Damanik,S.M. Divisi Neonatologi Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unair/RSU Dr. Soetomo – Surabaya. Hiperbilirubinemia pada Neonatus. Diakses 14 maret  2012. Website URL http://www.pediatrik.com/pkb/20060220-js9khg-pkb.pdf

Herdman, T.H. 2009. NANDA Nursing Diagnoses Definition and Classification 2009-2011. UK: Wiley-Blackwell.

Hockenberry, M.J. 2005. Wong’s Essentials of Pediatric Nursing 7th Edition. Elsevier: Philadelphia.

James, S.R., Ashwill , J.W. 2007. Nursing Care of Children Principle and Practice. Elsevier: Philadelphia.

Moprhead, S., Johnson, M., Mass, M.L., Swanson, E. 2004. Nursing Outcomes Classification (NOC) 4th Edition. Missouri: Mosby.

Nelson. 2002. Ilmu Kesehatan Anak. Bagian 3. Edisi 12. Jakarta: EGC.

Wilson, M.N. dan Price, A.S. 2005. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta: EGC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s